Iman adalah
kepercayaan. Menurut Ibnu Majah, Nabi pernah bersabda,
"Iman adalah
keterikatan antara kalbu, ucapan dan perilaku".
Pada umumnya,
orang mengartikan bahwa iman adalah percaya. Cukup kita memercayai keenam rukun
iman dan sudah dapat dikatakan sebagai orang yang beriman. Padahal bila kita
menurut pada hadist diatas, maka itu menjadi kurang tepat. Selain kita
mempercayai keenam rukun iman tersebut, kita juga harus mempraktekannya. Jadi,
selain yakin dari lubuk hati, perkataan kita pun harus sesuai dengan rukun
iman. Begitu pula perilaku kita, tidak menyimpang dari ketentuan-ketentuan
rukun iman.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ ۖ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ ۗ وَلَوْ يَرَى الَّذِينَ ظَلَمُوا إِذْ يَرَوْنَ الْعَذَابَ أَنَّ الْقُوَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا وَأَنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعَذَابِ
Dan diantara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat zalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa (pada hari kiamat), bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya, dan bahwa Allah amat berat siksaan-Nya (niscaya mereka menyesal). Q.S. Al-Baqarah (2): 165.
Rukun Iman ada 6,
yaitu:
1. Iman kepada
Allah s.w.t
2. Iman kepada
Malaikat-malaikatNya
3. Iman kepada
Nabi dan Rasul
4. Iman kepada Kitab-kitabNya
5. Iman kepada Hari
Kiamat
6. Iman kepada
Qada dan Qadar
آمَنَ الرَّسُولُ بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْهِ مِنْ رَبِّهِ وَالْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ آمَنَ بِاللَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْ رُسُلِهِ ۚ وَقَالُوا سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
Rasul telah beriman kepada Al Quran yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya, demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanya beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kami tidak membeda-bedakan antara seseorangpun (dengan yang lain) dari rasul-rasul-Nya", dan mereka mengatakan: "Kami dengar dan kami taat". (Mereka berdoa): "Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulah tempat kembali". Q.S Al-Baqarah (2): 285.
Menurut bahasa, Islam artinya "berserah diri kepada Tuhan". Sedangkan secara harfiyah artinya damai, selamat, tunduk, dan bersih.
Islam adalah agama yang hak. Agama Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Syarat pertama dan utama seseorang ingin memasuki surgaNya adalah dengan memeluk agama Islam. Islam dibangun atas lima perkara, jika salah satunya tidak ada, maka tidak sah keislaman seseorang.
Islam adalah agama yang hak. Agama Islam adalah satu-satunya agama yang benar. Syarat pertama dan utama seseorang ingin memasuki surgaNya adalah dengan memeluk agama Islam. Islam dibangun atas lima perkara, jika salah satunya tidak ada, maka tidak sah keislaman seseorang.
Sabda Nabi saw., "Islam itu didirikan atas lima perkara." Iman itu adalah ucapan dan perbuatan. Ia dapat bertambah dan dapat pula berkurang. Allah Ta'ala berfirman yang artinya, "Supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada)" (al-Fath: 4), "Kami tambahkan kepada mereka petunjuk."(al-Kahfi: 13), "Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk." (Maryam: 76), "Orang-orang yang mendapat petunjuk, Allah menambah petunjuk kepada mereka dan memberikan kepada mereka (balasan) ketakwaannya" (Muhammad: 17), "Dan supaya orang yang beriman bertambah imannya" (al-Muddatstsir: 31), "Siapakah di antara kamu yang bertambah imannya dengan (turunnya) surah ini? Adapun orang-orang yang beriman, maka surah ini menambah imannya." (at-Taubah: 124), "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, maka perkataan itu menambah keimanan mereka." (Ali Imran: 173), dan "Yang demikian itu tidaklah menambah kepada mereka kecuali iman dan ketundukan (kepada Allah)." (al-Ahzab: 22) Mencintai karena Allah dan membenci karena Allah adalah sebagian dari keimanan. (HR. Bukhari)
Rukun Islam ada 5, yaitu:
1. Syahadat
2. Shalat
3. Puasa
4. Zakat
5. Haji bila mampu
Iman dan Islam merupakan tanda bahwa orang tersebut beriman dan beramal shaleh, dengan iman ia akan meyakini dari lubuk hatinya yang terdalam, bahwa yang ghaib dan kebenaran tentang rukun Iman adalah benar adanya. Dia akan mengucapkan bahwa rukun Iman memang ada, dan mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari.
Hadis riwayat Ibnu Umar ra., ia berkata:
Nabi saw. bersabda: Islam dibangun di atas lima perkara, mengesakan Allah, mendirikan salat, membayar zakat, puasa Ramadan dan menunaikan haji. (Shahih Muslim No.19)
Syahadat, merupakan tanda awal bahwa seorang manusia menganut agama Islam. Namun, untuk dapat memasuki surgaNya, tidaklah cukup, harus diimbangi dengan amal yang shaleh. Seperti shalat tepat pada waktunya dan tidak bolong-bolong. puasa di bulan Ramadhan, membayar zakat, dan bila mempunyai uang berlebih segera berangkat naik haji atau umrah dan tidak menunda-nundanya.
Iman dan Islam adalah hal yang saling berkaitan dan merupakan pokok dari apa yang diturunkan oleh Allah s.w.t dan diajarkan oleh Rasulullah s.a.w.
Note: Klik masing-masing judul untuk mengetahui lebih lanjut.